Sunday, November 21, 2010

Ketinggalan Kereta..

Nah, ini masih terusan dari perjalanan berpetualang di UI. Cerita ini memakai sudut pandang orang-orang yang ketinggalan kereta. Jadi setelah membeli karcis kereta api ekonomi jurusan Manggarai, kami semua (pas masih lengkap) berbondong-bondong menunggu kereta. Ketika kereta datang... ya ampun! Penuh sesak sekali, jadi beberapa ikhwan akhwat ragu untuk naik kereta tersebut. Karena itu terjadilah kepanikan luar biasa!! sebab sudah ada sebagian yang naik kereta, namun kereta tersebut melengos jalan tanpa memperdulikan kepanikan sebagian ikhwan akhwat yang belum naik (lagian ragu-ragu -.-).

Setelah konflik terjadi, keadaan diperparah dengan jumlah kakak kelas yang cuma berenam ( Alif, Siska, Thesa, Salman, Fadhil, dan Romy, maaf jika ada kesalahan penulisan, lupa). Sedangkan jumlah adik kelas lumayan banyak. Saat kereta selanjutnya datang, alhamdulillah tidak terlalu sesak karena memang sudah masuk waktu maghrib. Didalam kereta kami saling berpancar, namun untungnya masih dalam satu gerbong. Di gerbong yang kami tempati terdapat seorang anak kecil yang berusia mungkin sekitar 8 tahun (sotoi) bersama ibunya. Ternyata ibu dan anak tersebut mengalami kelainan (keterbelakangan) yang menyebabkan kegaduhan yang luar biasa di dalam gerbong... Apa yang diinginkan anak tersebut harus terpenuhi, karena jika tidak anak itu akan menyakiti dirinya sendiri dengan cara memukul atau menjedotkan kepalanya.... *gyaaa kasian :'(

Rombongan ini sampai di Manggarai saat hampir waktu isya (kurang lebih 20 menit sebelum isya), dan rombongan ini bertemu dengan rombongan pertama yang sedari tadi sudah menunggu di musholah stasiun Manggarai. Sebenarnya rombongan kami ini juga sudah tidak lengkap, karena ada sebagian ikhwan dan akhwat yang turun di stasiun yang dekat dengan rumahnya masing-masing. Untuk Alif, maaf ya tempat minumnya kebawa karena kak Arvi udah narik saya cepet-cepet buat naik bus 61 hahaha dan untuk kak Syifa dipastikan membawa payung kak Arvi hahaha *bisa gitu.

Yang jelas pengalaman ini tidak akan terlupakan deh, terima kasih untuk alumni yang sudah memberikan program LDK yang menurut saya manyenagkan dan dapat menambah jalinan ukhwah dan kerja sama yang lebih erat. Dan mohon maaf apabila pada hari ini (ke UI) ada yang kurang berkenan di hati. Afwan jiddan :D

1 comment:

  1. itu si ibu-ibu kelainan jiwanya parah banget deh, nyampe histeris enggak karuan gitu

    ReplyDelete